السلام عليكم
ورحمة الله وبركاته
بِسْمِ اللهِ الرّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلىَ اَشْرَفِ اْللأَنْبِياَءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِناَ وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, اَمَّا بَعْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلىَ اَشْرَفِ اْللأَنْبِياَءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِناَ وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, اَمَّا بَعْدُ
Pertama tama marilah kitapanjatkan puji syukur
kehadirat allah swt, karena pada malam hari ini kita masih dapat berkumpul
bersama dalam keadaan sehat waalfiat tanpa kekurangan sesuatu apapun
Solawat seriring salam mudah mudahan tetap
tercurahkan kepada junjungan kita, nabi muhammad saw, semoga kita menjadi
umatnya di yaumil mahsyar nanti
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan
menyampaikan sedikit pengetahuan mengenai SUBHAT
Kaum muslimat rohimakumullah..
Dalam hadits arbain nawawi nomor 6
disebutkan:
عَنْ أَبِي
عَبْدِ اللَّهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ:
سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: إِنَّ
الْحَلاَلَ بَيِّنٌ، وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ
يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ، اِسْتَبْرَأَ
لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُبُهَاتِ وَقَعَ فِي اْلحَرَامِ،
كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ، أَلاَ
وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمَى، أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ، أَلاَ
وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ،
وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
Dari Abu Abdillah an–Nu’man bin Basyir radhiallahu
‘anhu beliau berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas, dan di
antara keduanya terdapat perkara-perkara syubhat (samar, belum jelas) yang
tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Maka barangsiapa yang menjaga (dirinya)
dari syubhat, ia telah berlepas diri (demi keselamatan) agama dan
kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjerumus ke dalam syubhat, ia pun
terjerumus ke dalam (hal-hal yang) haram. Bagaikan seorang penggembala yang
menggembalakan hewan ternaknya di sekitar kawasan terlarang, maka hampir-hampir
(dikhawatirkan) akan memasukinya. Ketahuilah, sesungguhnya setiap penguasa
(raja) memiliki kawasan terlarang. Ketahuilah, sesungguhnya kawasan terlarang
Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah, sesungguhnya di dalam
tubuh terdapat segumpal daging. Apabila segumpal daging tersebut baik, baiklah
seluruh tubuhnya, dan apabila segumpal daging tersebut buruk, buruklah seluruh
tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan
Muslim).
Saudari
saudariku yang berbahagia..
Sesuatu yang
sudah jelas kehalalannya seperti : nasi, gandum, syaur asem, sambal terasi dan
semua yang halal darisegi zat ataupun cara memperolehnya.
Dan sesuatu
yang termasuk jelas keharamannya seperti khamr, narkotika, ganja, semua yang
haram dari segi zat ataupun cara memperolehnya.
Sedangkan
yang subhat? Subhat itu belum jelas antara keharaman atau kehalalannya.
Subhat masih
dibagi menjadi 3, yakni:
1.
Subhat yang benar benar haram tapi dia masih meragukannya: contohnya, ayam
yang sudah tertabrak mobil tanpa bacaan basmallah, tapi ia tetap meragukannya
2.
Subhat yang halal tapi ia masih meragukannya, contohnya: suami yang sudah
mentalak istrinya tapi ia masih meragukannya
3.
Subhat yang benar benar ketidaktahuan antara halal atau haram
Kita diperintahkan untuk menjauhkan diri dari perkara yang subhat, karena:
، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ، اِسْتَبْرَأَ
لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ Maka
barangsiapa yang menjaga (dirinya) dari syubhat, ia telah berlepas diri (demi
keselamatan) agama dan kehormatannya.
Ma’asyirol muslimin rohimakumullah..
وَإِنَّ فِي
الْجَسَدِ مُضْغَةً dan sesungguhnya didalam tubuh kita ada segumpal daging, apabila baik
segumpal daging tersebut, maka baik pula tubuh kita ، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ, namun apabila buruk segumpal daging kita, maka buruk pula tubuh kita.
Lalu, apakah yang dimaksud segumpal daging itu? Segumpal daging itu tidak lain ، َ
وَهِيَ الْقَلْبُ dan itu adalah hati. Maka, hati hatilah dengan hati. Semoga kita semua
dapat menjaga hati kita dengan menjauhkan diri dari segala yang subhat.
Kiranya hanya itu yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya saya minta
maaf, keada allah saya mohon ampun. Saya akhiri..
والسلام
عليكم ورحمة الله وبركاته




